This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 24 Februari 2015

Filosofi tentang langit


Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsaf, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.

Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sikap skeptis yang mempertanyakan segala hal.  ( dikutip dari wikipedia)

Hal dasar dari filsafat adalah rasa penasaran dan ketertarikan. Setiap orang pasti pernah merasa penasaran dan tertarik akan suatu hal, tapi perbedaannya dengan filsafat menurutku adalah tindakan dan cara berfikir. Apa yang dilakukan untuk menjawab rasa penasaran, kebanyakan orang memang bertindak mencari jawaban. Tapi cara berfikir kebanyakan orang terlalu simple dan tak ingin ribet, jadi secara sekilas saja. Bagi mereka mungkin untuk apa berfikir terlalu ribet, toh memang dari sananya begitu, oke itu bisa jadi benar. Karena sifat orang itu beragam dan tidak bisa disamakan jadi sah sah saja pendapat demikian.

Sedangkan aku sejak kecil suka mengamati, banyak hal yang membuatku penasaran, lebih tertarik ke ilmu pengetahuan alam, musik dan sastra -sekarang tambah psikologi- akan tetapi dasar yang kupunya belum kuat saat itu ( literatur ). Jadi lah itu percobaan - percobaan abal yang seadanya, puisi entah apa maknanya, story telling yang amberadul yang ngak ada ending, tulisan sandi yang hanya aku yang mengerti, dan hal abstrak lainnya. Tapi menjadi beda itu bukan sebuah kesalahan, hanya sebuah pilihan. Menjadi biasa atau luar biasa, udah itu aja.

Back to the topic, kau pasti tau tentang langit kan ?
Secara sudut pandang ilmiah Langit adalah bagian atas dari permukaan bumi , dan digolongkan sebagai lapisan tersendiri yang disebut atmosfer . Langit terdiri dari banyak gas dan udara, dengan komposisi berbeda di tiap lapisannya. Langit sering terlihat berwarna biru , disebabkan karena pemantulan cahaya, tetapi tidak tertutup kemungkinan bahwa langit bisa berwarna selain , misalnya merah ketika senja , atau hitam saat turun hujan. (wikipedia)


Bukan itu juga yang ingin aku bahas saat ini. Hm, mau dimulai dari mana ?
Langit itu luas. Luasnya langit yang tak terkira menjadi tempat tata surya, galaksi, planet, komet, bintang, satelit dan lain lainnya. Jadi bayangkan saja kenapa masih ada saja manusia di bumi yang sombong, padahal manusia itu sangat sangat kecil. Juga pada setiap hal yang kita anggap besar ada yang lebih besar lagi, misalnya kekayaan, persoalan hidup, masalah, popularitas, kepandaian dan sebagianya. Intinya langit mengajarkan kita untuk selalu rendah hati, setinggi apapun kita.
Langit sering disimbolkan untuk ilmu pengetahuan, balik lagi ke awal. Langit itu luas dan pengetahuan itu juga luas. Ngak akan ada habisnya jika kau mau terus menggalinya. Banyak bidang yang bisa dipelajari, sedang tiap bidang sendiri punya cabang dan cabang punya banyak materi, sangat banyak yang bisa diserap.
Langit itu berwarna. Sama halnya hati manusia. Warna biru cerah ketika matahari bersinar dengan terangnya, jernih. Warna orange ketika sunrise atau sunset. Warna abu ketika hujan turun mengguyur bumi, kadang ada kilatan petir atau pelangi setelahnya. Warna hitam atau biru tua ketika gelap malam, jangan lupakan ada bulan dan bintang bersamanya. Warna langit saja bisa berubah apa lagi hati manusia. Jadi ketika merasakan perasaan, nikmati saja tapi ingat itu bisa berubah kapan saja serta yakinlah setiap hal punya dua sisi tergantung dari mana melihatnya.
Langit hanya sebutan untuk ruang. Di bumi sebutan langit ialah untuk atmosfer pelindung. Sedang tiap planet punya atmosfer pelindung masing masing, berbeda suhu, warna, partikel penyusun luas diameter dan sebagainya. Sama halnya dengan konsep pemikiran manusia. Beda kepala pasti beda pula pola pikirnya, ngak bisa dipaksa agar semua sama rata, jadi hargai saja perbedaan yang ada. Sepaham syukur kalo ngak juga terserah sih.
Tak seperti dalamnya sumur yang bisa diukur, tingginya langit bisakan dihitung? Bisa saja kok dihitung menggunakan rumus analitis, tanyakan saja pada ahlinya (para astronom dan sejenisnya). Nah, hati dan pikiran manusia siapa sih yang tau, bisa dipelajari asal butuh waktu, pengertian dan izin dari orang itu sendiri kepadamu.
Langit itu seperti ayah, dalam diamnya pelindungan tanpa syarat, mengawasi dari jauh. Berbeda dengan bumi yang disebut ibu pertiwi, tanah air, motherland. Karna bumi jauh lebih dekat, sedekat lapisan tanah dan kaki berpijak. Lebih punya banyak cerita dari tiap aspek kecil yang dia punya (jika kau bisa membuka mata) lebih cerewet dengan segala fenomena alamnya. Tapi toh keduanya sama sama menjaga manusia walau sering kita sengaja atau tidak membrontak, merusak keseimbangan alam. Sebaiknya seperti menghormati orang tua, manusia lebih peka dan menjaga lingkungan alam juga.
Terakhir, langit itu tinggi dan luas tetapi dia juga kecil, penciptanya jauh lebih agung dan berkuasa. Tuhan menciptakan langit dan seisinya sebagai tanda kebesarannya jika manuasia bisa menggunakan otak dan pikirannya secara luas.

Aku mengagumi langit yang dalam diamnya, yang tak pernah tersentuh oleh tanganku, dia paling setia menemani kaki kecilku melangkah setiap waktu, cukup tau langit masih ada diatas kepalaku. Aku mengagumi hangatnya sinar matahari yang bersinar tanpa pamrih juga tanpa pilih kasih. Aku mengagumi bulan bintang dan langit malam karna darinya aku belajar bahwa hitam tak selamanya sendirian. Dan aku tunduk dan patuh kepada tuhan pencipta alam, Allah SWT :)

Dari hal kecil sebenarnya jika di cermati dan dipelajari lebih lanjut banyak hal yang tak terduga di dalamnya. Adakah hal lain yang kau tau tentang langit? Bolehlah ditambahkan, adakah yang perlu aku benahi ? Terima kasih menyempatkan diri mengunjungi post ini, sedikit banyak menggambarkan bagaimana cara otakku berjalan, agak membingungkan memang tapi yah begitulah. Okay see you next time in another post ;)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites