This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2011

ALTER EGO

Pemecahan kepribadian atau sering juga disebut kepribadian ganda, atau juga lebih terkenal dengan nama alter ego. Merupakan suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain. Kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin dilakukannya. Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa ada satu orang yang memiliki pribadi lebih dari satu atau memiliki dua pribadi sekaligus. Kadang si penderita tidak tau bahwa ia memiliki kepribadian ganda, dua pribadi yang ada dalam satu tubuh ini juga tidak saling mengenal dan lebih parah lagi kadang-kadang dua pribadi ini saling bertolak belakang sifatnya.

Ciri-ciri alter ego adalah:
1. Harus ada dua atau lebih identitas atau kesadaran yang berbeda di dalam diri orang tersebut.
2. Kepribadian-kepribadian ini secara berulang mengambil alih perilaku orang tersebut (Switching).
3. Ada ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang berkenaan dengan dirinya yang terlalu luar biasa untuk dianggap hanya sebagai lupa biasa.
4. Gangguan-gangguan yang terjadi ini tidak terjadi karena efek psikologis dari substansi seperti alkohol atau obat-obatan atau karena kondisi medis seperti demam.

Dari empat poin ini, poin nomor 3 memegang peranan sangat penting.

98 persen mereka yang mengidap DID mengalami amnesia ketika sebuah identitas muncul (switching). Ketika kepribadian utama berhasil mengambil alih kembali, ia tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi ketika identitas sebelumnya berkuasa.

Walaupun sebagian besar psikolog telah mengakui adanya kelainan kepribadian ganda ini, namun sebagian lainnya menolak mengakui keberadaannya.
Mereka mengajukan argumennya berdasarkan pada kasus Sybill yang ternama.

Kasus Sybil Isabel Dorsett

Salah satu kasus paling terkenal dalam hal kepribadian ganda adalah kasus yang dialami oleh Shirley Ardell Mason. Untuk menyembunyikan identitasnya, Cornelia Wilbur, sang psikolog yang menanganinya dan menulis buku mengenainya, menggunakan nama samaran Sybil Isabel Dorsett untuk menyebut Shirley.
Dalam sesi terapi yang dilakukan oleh Cornelia, terungkap kalau Sybil memiliki 16 kepribadian yang berbeda, diantaranya adalah Clara, Helen, Marcia, Vanessa, Ruthi, Mike (Pria), Sid (Pria) dan lain-lain.

Menurut Cornelia, 16 identitas yang muncul pada diri Sybil berasal dari trauma masa kecil akibat sering mengalami penyiksaan oleh ibunya.
Kisah Sybil menjadi terkenal karena pada masa itu kelainan ini masih belum dipahami sepenuhnya. Bukunya menjadi best seller pada tahun 1973 dan sebuah film dibuat mengenainya.
Namun, pada tahun-tahun berikutnya, keabsahan kelainan yang dialami Sybil mulai dipertanyakan oleh para psikolog.

Menurut Dr.Herbert Spiegel yang juga menangani Sybil, 16 identitas yang berbeda tersebut sebenarnya muncul karena teknik hipnotis yang digunakan oleh Cornelia untuk mengobatinya. Bukan hanya itu, Cornelia bahkan menggunakan Sodium P*****hal (serum kejujuran) dalam terapinya.

Dr.Spiegel percaya kalau 16 identitas tersebut diciptakan oleh Cornelia dengan menggunakan hipnotis. Ini sangat mungkin terjadi karena Sybil ternyata seorang yang sangat sugestif dan gampang dipengaruhi. Apalagi ditambah dengan obat-obatan yang jelas dapat membawa pengaruh kepada syarafnya.
Kasus ini mirip dengan penciptaan false memory dalam pengalaman alien abduction. Pendapat Dr.Spiegel dikonfrimasi oleh beberapa psikolog dan peneliti lainnya.
Peter Swales, seorang penulis yang pertama kali berhasil mengetahui kalau Sybil adalah Shirley juga setuju dengan pendapat ini. Dari hasil penyelidikan intensif yang dilakukannya, ia percaya kalau penyiksaan yang dipercaya dialami oleh Sybil sesungguhnya tidak pernah terjadi.

Kemungkinan, semua ingatan mengenai penyiksaan itu (yang muncul karena sesi hipnotis) sebenarnya hanyalah ingatan yang ditanamkan oleh sang terapis, Cornelia Wilbur.
Jadi, bagi sebagian psikolog, DID tidak lain hanyalah sebuah false memory yang tercipta akibat pengaruh terapi hipnotis yang dilakukan oleh seorang psikolog. Tidak ada bukti kalau pengalaman traumatis bisa menciptakan banyak identitas baru di dalam diri seseorang.

Menurut Dr.Philip M Coons, "Hubungan antara penyiksaan atau trauma masa kecil dengan Multiple Personality Disorder sesungguhnya tidak pernah dipercaya sebelum kasus Sybil."
Pengetahuan mengenai kepribadian ganda banyak disusun berdasarkan kasus Sybil. Jika kasus itu ternyata hanya sebuah false memory, maka runtuhlah seluruh teori disosiasi dalam hubungannya dengan kelainan kepribadian ganda. Ini juga berarti kalau kelainan kepribadian ganda sesungguhnya tidak pernah ada.

Perdebatan ini masih terus berlanjut hingga saat ini dan kedua pihak memiliki alasan yang sama kuat. Jika memang DID benar-benar ada dan hanya merupakan gejala psikologi biasa, mengapa masih ada hal-hal yang masih belum bisa dijelaskan oleh para psikolog?

Minggu, 17 April 2011

Emotional Intelligence

Emotional intelligence atau di kenal dengan kecerdasan emosi merujuk kepada kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain.
Kecerdasan emosi mencangkup kemampuan-kemampuan yang berbeda, tetapi saling melengkapi dengan kemampuan akademik (academic intelligence), yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. Banyak orang yang cerdas, dalam arti terpelajar, tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi, ada pula berkerja menjadi bawahan orang ber-IQ lebih rendah tetapi unggul dalam keterampilan kecerdasan emosi.

Dua macam kecerdasan yang berbeda ini (intelektual dan emosi) mengungkapkan aktivitas bagian-bagian yang berbeda dalam otak. Kecerdasan intelektual terutama didasarkan pada kerja neokorteks, lapisan yang dalam evolusi berkembang paling akhir di bagian atas otak. Sedangkan pusat-pusat emosi berada di bagian otak yang lebih dalam, dalam subkorteks yang secara evolusi lebih kuno; kecerdasan dipengaruhi oleh kerja pusat-pusat emosi ini, tetapi dalam keselarasan dengan kerja pusat-pusat intelektual.

Sebuah teori yang komprehensif tentang kecerdasan emosi diajukan dalam tahun 1990 oleh dua orang psikolog, Peter Salovey dan Johm Mayer. Mereka mendefinisikan kecerdasan emosi sebagai kemampuan memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, serta mengunakan perasaan-perasaan itu untuk memandu pikiran dan tindakan. Sementara mereka terus mempertajam teori itu, Goleman telah mengadaptasi model mereka ke dalam sebuah versi yang menurutnya paling bermafaat untuk memahami cara kerja bakat-bakat ini dalam kehidupan kerja.
Adaptasi Goleman meliputi kelima dasar kecakapan emosi dan sosial berikut:

1. Kesadaran diri:
kesadaran diri untuk mengetahui apa yang kita rasakan pada suatu saat, dan menggunakannya untuk memandu pengambilan keputusan diri sendiri, memiliki tolak ukur yang realistis atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat.

2. Pengaturan diri:
pengaturan diri untuk menangani emosi kita sedemikian sehingga berdampak positif kepada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati dan sanggum menunda kenikmatan sebelum tercapainnya suatu sasaran, mampu pulih kembali dari tekanan emosi.

3. Motivasi :
motivasi untuk menggunakan hasrat kita yang paling dalam untuk menggerakkan dan menuntun kita menuju sasaran, membantu kita mengambil inisiatif dan bertindak sangat efektif, dan untuk bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi.

4. Empati :
empati untuk merasakan yang dirasakan oleh orang lain, mampu memahami perspektif mereka, menumbuhkan hubungan saling percaya dan menyelaraskan diri dengan bermacam-macam orang.

5. Keterampilan sosial :
keterampilan sosial untuk menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan dengan cermat membaca situasi dan jaringan sosial, berinteraksi dengan lancar, menggunakan keterampilan-keterampilan ini untuk mempengaruhi dan memimpin, bermusyawarah dan menyelesaikan perselisihan, dan untuk kerja sama dalam tim.

Demikian pengertian emotional intelligence menurut DANIEL GOLEMAN dalam bukunya ' Working with Emotional Intelligence '.
Daniel Goleman, Ph.D., adalah CEO Emotional Intelligence Services di Sudbury, Massachusetts. Selama dua belas tahun ia meliput ilmu-ilmu otak dan tingkah laku bagi 'Times New York Times', dan juga mengajar di Harvard (tempat ia meraih gelar doktornya). Selain Emotional intelligence, buku-bukunya yang sudah terbit antara lain Vital Lies, Simple Thuths; The Meditative Mind, dan sebagai co-auhor, The Creative Sprit.

Semoga bermanfaat:)

Minggu, 27 Maret 2011

Alexithymia

Alexithymia (dari Yunani Kuno λέξις kata (lexis, "diksi", "kata") dan θυμός (thumos, "jiwa, sebagai pusat emosi, perasaan, dan berpikir ") diubah oleh -alpha yg menandakan kekurangan -harfiah "tanpa kata-kata untuk emosi "-adalah istilah yang diciptakan oleh Peter psikoterapis Sifneos pada tahun 1973 [1] [2] untuk menggambarkan keadaan kekurangan dalam pemahaman, pengolahan, atau menggambarkan emosi
Klasifikasi
Alexithymia yang dianggap sebagai ciri kepribadian yang menempatkan individu yang berisiko untuk gangguan medis dan psikiatris lainnya sambil mengurangi kemungkinan bahwa individu akan menanggapi pengobatan konvensional untuk kondisi lain. Alexithymia tidak diklasifikasikan sebagai gangguan jiwa dalam DSM -IV . Ini adalah ciri kepribadian dimensi yang bervariasi dalam keparahan dari orang ke orang. Teman-alexithymia skor Seseorang dapat diukur dengan kuesioner seperti Toronto Alexithymia Scale (TAS-20), yang Bermond-Vorst Alexithymia Kuesioner (BVAQ), Online Alexithymia Kuesioner (OAQ-G2) atau Alexithymia Observer Skala (OAS).
Alexithymia didefinisikan oleh:
1. kesulitan untuk mengidentifikasi perasaan dan membedakan antara perasaan dan sensasi tubuh dari emosi gairah
2. kesulitan menggambarkan perasaan orang lain
3. fantasies proses imaginal terbatas, sebagaimana dibuktikan oleh kelangkaan fantasi
4. sebuah, gaya stimulus-terikat kognitif berorientasi eksternal.
Dalam studi dari populasi umum tingkat alexithymia ditemukan dipengaruhi oleh usia, tetapi tidak berdasarkan gender, angka alexithymia dalam kontrol yang sehat telah ditemukan di: 8,3% (2 dari 24 orang), 4,7% (2 dari 43 ), 8,9% (16 dari 179), dan 7% (4 dari 56). Dengan demikian, beberapa penelitian telah melaporkan bahwa tingkat prevalensi alexithymia kurang dari 10%. Sebuah umum menemukan kurang menunjukkan bahwa mungkin ada prevalensi lebih tinggi alexithymia antara laki-laki daripada perempuan, yang dapat dijelaskan oleh kesulitan beberapa laki-laki memiliki dengan "menggambarkan perasaan", tetapi tidak dengan kesulitan dalam "perasaan mengidentifikasi" di mana laki-laki dan perempuan menunjukkan kemampuan yang sama. alexithymia yang membangun sangat berbanding terbalik dengan konsep pikiran psikologis dan kecerdasan emosional dan M. Bagby dan G. Taylor menyatakan bahwa ada "dukungan empiris yang kuat untuk alexithymia menjadi kepribadian yang stabil sifat daripada hanya konsekuensi dari tekanan psikologis ". pendapat lain berbeda dan dapat menunjukkan bukti bahwa mungkin negara tergantung.
. Bagby dan Taylor juga menyarankan bahwa mungkin ada dua macam alexithymia, "primer alexithymia" yang merupakan sifat psikologis abadi yang tidak mengubah dari waktu ke waktu, dan "alexithymia sekunder" yang tergantung negara dan menghilang setelah situasi stres membangkitkan telah berubah . Kedua manifestasi alexithymia sebaliknya disebut "sifat" atau "negara" alexithymia.
Deskripsi kekurangan khas mungkin termasuk masalah mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan bekerja dengan sendiri satu perasaan , sering ditandai oleh kurangnya pemahaman tentang perasaan orang lain; kesulitan membedakan antara perasaan dan sensasi tubuh dari rangsangan emosional; kebingungan sensasi fisik sering dikaitkan dengan emosi; beberapa mimpi atau fantasi karena dibatasi imajinasi , dan beton, realistis, logis berpikir, seringkali dengan mengesampingkan tanggapan emosional masalah Mereka yang telah alexithymia juga melaporkan logis dan realistis mimpi yang sangat, seperti pergi ke toko atau makan makan. Pengalaman klinis menunjukkan itu adalah fitur struktural mimpi lebih dari kemampuan untuk mengingat mereka yang paling mencirikan alexithymia.
Beberapa individu alexithymic mungkin tampak bertentangan dengan yang disebutkan ciri-ciri di atas karena mereka dapat mengalami kronis dysphoria atau ledakan nyata dari menangis atau marah. Namun, mempertanyakan biasanya mengungkapkan bahwa mereka cukup mampu menggambarkan perasaan mereka atau muncul bingung dengan pertanyaan spesifik menanyakan tentang perasaan. Menurut Henry Krystal, individu yang menderita dari alexithymia berpikir dengan cara operasi dan mungkin tampaknya superadjusted dengan realitas. Dalam psikoterapi, bagaimanapun, gangguan kognitif menjadi jelas sebagai pasien cenderung menceritakan sepele, memerintahkan tindakan kronologis, reaksi, dan peristiwa kehidupan sehari-hari dengan detail monoton. Secara umum, kekurangan ini individu imajinasi , intuisi, empati , dan drive-pemenuhan fantasi, terutama dalam kaitannya dengan objek. Instead, they seem oriented toward things and even treat themselves as robots. Sebaliknya, mereka tampaknya berorientasi pada hal-hal dan bahkan memperlakukan diri mereka sebagai robot. Masalah-masalah serius membatasi respon mereka untuk psikoterapi psikoanalitik; penyakit psikosomatik atau penyalahgunaan zat sering diperburuk harus individu-individu masuk psikoterapi.
Kesalahpahaman umum tentang alexithymia adalah bahwa individu yang terkena sama sekali tidak dapat mengekspresikan emosi secara verbal dan bahwa mereka bahkan mungkin gagal untuk mengakui bahwa mereka mengalami emosi. Bahkan sebelum coining istilah, Sifneos (1967) mencatat pasien sering disebutkan hal-hal seperti kecemasan atau depresiFaktor yang membedakan adalah ketidakmampuan mereka untuk menguraikan di luar beberapa kata sifat terbatas seperti "bahagia" atau "tidak bahagia" ketika menggambarkan perasaan ini. Masalah utama adalah bahwa alexithymics memiliki diferensiasi buruk emosi membatasi kemampuan mereka untuk membedakan dan menjelaskan kepada orang lain . Hal ini berkontribusi pada rasa detasemen emosional dari diri mereka sendiri dan kesulitan berhubungan dengan orang lain, membuat alexithymia negatif yang terkait dengan kepuasan hidup bahkan ketika depresi dan faktor-faktor perancu lainnya dikendalikan untuk.

isu Relasional
Menurut Vanheule, Desmet dan Meganck (2006) alexithymia menciptakan masalah interpersonal karena orang-orang menghindari dekat hubungan emosional, atau jika mereka membentuk hubungan dengan orang lain mereka cenderung memposisikan diri sebagai tergantung, dominan, atau impersonal, "seperti bahwa hubungan tetap dangkal ". yang tidak memadai "pembedaan" antara diri dan orang lain dengan individu alexithymic telah diamati oleh Blaustein & Umbi (1998) dan Taylor et al. (1997).
Dalam penelitian, sekelompok besar individu alexithymic menyelesaikan Inventory 64-item interpersonal Masalah (IIP-64) yang menemukan bahwa "dua masalah interpersonal secara signifikan dan stabil yang berkaitan dengan alexithymia:. Dingin / fungsi sosial jauh dan non-asertif Semua lain IIP-64 sub-skala tidak signifikan berhubungan dengan alexithymia. "
hubungan interpersonal Chaotic juga telah diamati oleh Sifneos. Karena kesulitan-kesulitan yang melekat mengidentifikasi dan menjelaskan keadaan emosional dalam diri sendiri dan orang
Dalam sebuah penelitian di tahun 2008 alexithymia ditemukan berkorelasi dengan pemahaman gangguan dan demonstrasi kasih sayang relasional, dan bahwa penurunan ini memberikan kontribusi bagi kesehatan mental miskin, kesejahteraan, dan menurunkan kualitas hubungan relasional miskin.
Beberapa individu yang bekerja bagi organisasi di mana mengendalikan emosi adalah norma mungkin menunjukkan perilaku alexithymic mirip tetapi tidak alexithymic. However, over time the lack of self-expression becomes part of their everyday lives and they end up losing their original self-identity. Namun, dari waktu ke waktu kurangnya ekspresi diri menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka dan mereka akhirnya kehilangan diri mereka asli-identitas.
Pada penyakit medis dan psikiatris
Alexithymia sering co-terjadi dengan gangguan lain, dengan prevalensi perwakilan dari 85% pada gangguan spektrum autisme , 40% dalam gangguan stres pasca trauma , 63% pada anorexia nervosa , 56% di bulimia , 45% pada penyakit depresi , 34% pada gangguan panik , dan 50% pada penyalahguna zat . [ Alexithymia juga terjadi pada individu dengan diakuisisi atau cedera otak traumatis .
Penelitian menunjukkan bahwa alexithymia tumpang tindih dengan sindrom Asperger . Dalam sebuah studi tahun 2004, Uta Frith melaporkan tumpang tindih dan bahwa setidaknya setengah dari kelompok Sindrom Asperger diperoleh nilai pada Toronto Alexithymia Scale (TAS-20) yang akan mengklasifikasikan mereka sebagai parah gangguan. Fitzgerald & Bellgrove menunjukkan bahwa, "Seperti Alexithymia, Sindrom Asperger juga ditandai dengan gangguan inti dalam pidato dan bahasa dan hubungan sosial". Hill & Berthoz setuju dengan Fitzgerald & Bellgrove (2006) dan sebagai tanggapan menyatakan bahwa "ada beberapa bentuk tumpang tindih antara alexithymia dan ASDsMereka juga menunjukkan studi yang mengungkapkan gangguan Teori Mind keterampilan dalam alexithymia, bukti neuroanatomical menunjuk ke sebuah etiologi bersama dan keterampilan sosial semacam defisit. Sifat dari tumpang tindih tidak pasti. Alexithymic traits in AS may be linked to depression or anxiety; ] the mediating factors are unknown and it is possible that alexithymia predisposes to anxiety. sifat Alexithymic di AS mungkin berkaitan dengan depresi atau kecemasan; faktor mediasi tidak diketahui dan mungkin yang alexithymia predisposes untuk kecemasan.
Alexithymia berkorelasi dengan beberapa gangguan kepribadian , penggunaan gangguan zat , beberapa gangguan kecemasan , dan seksual gangguan , dan juga penyakit fisik tertentu, seperti hipertensi , inflamasi penyakit usus , dan fungsional dispepsia . Alexithymia lebih lanjut terkait dengan gangguan psikosomatik seperti sakit kepala migrain, nyeri punggung bawah, irritable bowel syndrome , asma, mual, alergi, dan fibromyalgia .
Sebuah ketidakmampuan untuk memodulasi emosi kemungkinan dalam menjelaskan mengapa beberapa alexithymics rentan terhadap ketegangan debit yang timbul dari keadaan emosional yang tidak menyenangkan melalui tindakan impulsif atau perilaku kompulsif seperti pesta makan , penyalahgunaan zat , sesat perilaku seksual , atau diri -kelaparan anorexia nervosa . Kegagalan untuk mengatur emosi kognitif mungkin akan menghasilkan peningkatan yang berkepanjangan dari sistem saraf otonom (ANS) dan sistem neuroendokrin yang dapat mengakibatkan somatik penyakit. Alexithymics juga menunjukkan kemampuan terbatas untuk pengalaman positif emosi terkemuka Krystal (1988) dan Sifneos (1987) untuk menggambarkan banyak dari individu sebagai anhedonic .
Penyebab
Tidak jelas apa yang menyebabkan alexithymia, walaupun beberapa teori telah diajukan. Ada bukti baik untuk secara genetik, yang berarti beberapa orang cenderung untuk mengembangkan alexithymia, serta untuk penyebab lingkungan.
Studi awal menunjukkan bukti bahwa mungkin ada defisit transfer interhemispheric antara alexithymics, yaitu informasi emosional dari belahan kanan tidak sedang benar ditransfer ke daerah bahasa di belahan kiri, dapat disebabkan oleh penurunan corpus callosum , sering hadir pada pasien kejiwaan yang mengalami pelecehan anak parah. Sebuah neuropsikologi studi pada tahun 1997 menunjukkan bahwa alexithymia mungkin karena gangguan ke belahan kanan otak , yang sebagian besar bertanggung jawab atas emosi pengolahan. Di samping itu, model lain neuropsikologi menunjukkan alexithymia yang mungkin berhubungan dengan disfungsi dari cingulate korteks anterior . Penelitian ini memiliki beberapa kekurangan, bagaimanapun, dan bukti empiris tentang penyebab alexithymia tetap tidak meyakinkan. Joyce McDougall keberatan yang kuat fokus dengan dokter pada neurofisiologis dengan mengorbankan penjelasan psikologis bagi asal-usul dan operasi alexithymia, dan memperkenalkan istilah alternatif " disaffectation "untuk berdiri untuk alexithymia psikogenik. Untuk McDougall, individu puas telah di beberapa titik mengalami emosi yang luar biasa " yang mengancam untuk menyerang rasa dan identitas "integritas, yang mereka menerapkan pertahanan psikologis untuk menghancurkan dan mengeluarkan semua pernyataan emosional dari kesadaran. Sebuah baris
psikoanalis Perancis, Joyce McDougall, mencatat bahwa semua bayi dilahirkan tidak dapat mengidentifikasi, mengatur, dan berbicara tentang pengalaman emosional mereka (infans kata dari bahasa Latin "tidak berbicara"), dan "dengan alasan ketidakdewasaan mereka pasti alexithymic". Berdasarkan fakta ini McDougall diusulkan pada tahun 1985 bahwa bagian alexithymic dari kepribadian yang dewasa bisa menjadi "ditangkap dan kekanak-kanakan struktur psikis sangat". Bahasa pertama bayi adalah ekspresi wajah nonverbal.. kondisi emosional ibu adalah penting untuk menentukan bagaimana setiap anak bisa berkembang. Mengabaikan atau tidak peduli pada berbagai perubahan ekspresi wajah anak tanpa umpan balik yang tepat dapat mempromosikan pencabutan ekspresi wajah dimanifestasikan oleh anak. Kemampuan orangtua untuk mencerminkan kesadaran diri pada anak merupakan faktor penting. Jika orang dewasa tidak mampu mengenali dan membedakan ekspresi emosi pada anak, dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk memahami ekspresi emosional
Meskipun, neurologis, dan genetik faktor lingkungan masing-masing terlibat, peran dan lingkungan faktor genetik untuk mengembangkan alexithymia masih belum jelas. Hasil dari sampel berdasarkan populasi besar kembar Denmark menunjukkan bahwa faktor genetik memiliki nyata dan sejenisnya dampak pada semua aspek alexithymia. Hasil mengusulkan moderat pengaruh bersama, faktor lingkungan hasilnya dalam konkordansi dengan umum bahwa mencari pengaruh lingkungan pada sebagian besar sifat-sifat psikologis terutama dari nonshared daripada bersama. tipe Sementara Satu hipotesis penyebab lingkungan adalah cedera kepala; orang menderita cedera otak traumatis adalah enam kali lebih mungkin untuk memamerkan alexithymia.

sumber; http://en.wikipedia.org/wiki/Alexithymia dengan suntingan seperlunya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites